Ujung Kulon Local Community Adventure Organizer
E : edi.ujungkulon5@gmail.com | whatsapp : 081399165295 | 087808437700

Flora di Taman Nasional Ujung Kulon membentuk berbagai formasi hutan, dimana formasi hutan ini dicirikan adanya dominasi oleh jenis/spesies tertentu. Ditinjau dari tipe hutan, flora di kawasan ini terdiri dari hutan pantai, hutan hujan tropika dataran rendah, hutan hujan tropika pegunungan, hutan rawa air tawar, hutan mangrove dan padang rumput. Formasi hutan yang cukup lengkap ini mengandung keragaman plasma nutfah serta spesies tumbuhan berguna dan langka yang sangat tinggi. Beberapa jenis tumbuhan diketahui langka dan di pulau jawa hanya terdapat di TN Ujung Kulon antara lain : Batryohora geniculata, Cleidion spiciflorum, Heritiera percoriaceadan Knema globularia. Banyak pula berbagai jenis tumbuhan yang telah dimanfaatkan masyarakat baik untuk kayu pertukangan, obat­-obatan, tanaman hias maupun pangan. Jenis-jenis yang telah dimanfaatkan tersebut antara lain bayur (Pterospemum javanicum) dan berbagai rotan (Calamus sp.sebagai bahan pertukangan; kayu gaharu (Aquilaria malaccensis), cempaka (Michelia campaca) dan jambe (Areca catechu) sebagai bahan obat-obatan; Anggrek (Dendrobium sp.) sebagai tanaman hias; tangkil (Gnetum gnemon) dan salak(Salacca edulis) sebagai bahan pangan.

Hutan pantai umumnya dicirikan oleh adanya jenis-jenis nyamplung (Calophyllum innophyllum), butun(Barringtonia asiatica), Klampis Cina (Hemandia peltata), ketapang (Terminalia catappa), cingkil (Pongamia pinnata)dan lain-lain. Formasi hutan pantai ini umumnya dikenal sebagai formasi barringtonia dengan spesies yang kurang beranekaragam dan nyamplung merupakan jenis yang lebih khas tipenya. Formasi ini terdapat sepanjang pantai Barat dan Timur Laut Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, sepanjang pantai Utara dan teluk Kasuaris Pulau Panaitan. Umumnya formasi ini hidup di atas pasir karang dalam jalur sempit memanjang sepanjang pantai dengan lebar 5 sampai 15 meter.

Tipe Flora

KIARA (Ficus sp). Kiara termasuk kedalam famili moraceae, merupakan tumbuhan raksasa rimba yang berbatang besar, tajuknya rapat, daunnya berbentuk lonjong serta pohon yang dapat mematikan tumbuhan lain. Perkembangan kiara pencekik ini diduga berasal dari feces satwa liar pemakan buah ara yang dijatuhkan pada sebuah tajuk pohon. Biji akan berkecambah dan tumbuh sebagai efifit. Lambat laun ia akan mencekik batang inangnya hingga mati dalam kurun waktu tertentu, yang tinggal adalah tumbuhan yang semula epifit, kini menjadi pohon yang mampu berdiri sendiri.

KEDONGDONG HUTAN (Spondias pinnata). 
Kedongdong hutan termasuk kedalam famili anacardiaceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 40 meter batangnya berwarna abu-abu dan bergetah. Daun mudah luruh terutama musim kemarau. Tumbuhan ini biasanya ditanam dengan stek, lebih menyukai tanah yang subur dan lembab tetapi dapat tumbuh juga pada tanah berpasir.Daunnya biasa digunakan sebagai obat luka.

KANYERE BADAK (Bridelia glauca). Kanyere Badak termasuk kedalam famili euphorbiaceae, yang mempunyai ciri utama sebagi berikut : tinggi pohon sampai 23 meter, berbatang lurus, bulat tanpa banir akar ataupun alur.

HAMPELAS (Ficus ampelas). Hampelas termasuk kedalam famili moraceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tinggi pohon samapi 40 meter, Daunnya kasar setelah kering. Getah mengandung air berwarna coklat kekuningan. Di bawah akar pohon bila dipotong memiliki sifat-sifat getah yang mengandung air berwarna coklat kekuning-kuningan dan rasanya pedas.

GEBANG (Corypha elata). Gebang termasuk kedalam famili arecaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : daunnya besar, bundar dan kaku.Berbatang lurus, tinggi sampai 30 meter, buahnya bulat dan kecil, bila menua daging buahnya beracun. Bagi penduduk di pesisir Indonesia Gebang cukup berperan dalam kehidupan sehari-hari. Daunnya yang besar sering digunakan untuk atap rumah dan kerajinan tangan.

GADOG (Bischofia javanica). Gadog termasuk kedalam famili euphorbiaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohon samapi 40 meter, batangnya lurus tanpa mata kayu ataupun berbanir.Jenis pohon ini dapat menghasilkan kayu indah untuk bahan bangunan. Daunnya dapat dipakai untuk menghalau serangga yang merugikan padi dan jagung.

DAHU ( Dracontomelon dao). Dahu termasuk kedalam famili anacardiaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 25 meter yang bertajuk bulat lebar. Batangnya tua berbanir, kulit batang berwarna coklat keabu-abuan. Daun berbentuk elips bertangkai pendek. Tumbuhan ini merupakan salah satu raksasa rimba dengan batang yang besar dan bertumbuhan tegak.

BURAHOL (Stelechocarpus burahol). Burahol termasuk kedalam famili Annonaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohonnya mencapai 21 meter. Mempunyai batang yang lurus berwarna coklat tua, bentuk tajuk seperti kerucut. Buahnya berbentuk bulat berwarna coklat tua dan menggantung pada batang pohon. Burahol merupakan salah satu jenis buah-buahan yang mulai langka dan dikhwatirkan akan punah. Pohon ini mempunyai buah-buah yang bergelantung pada batangnya.Selain untuk bahan kosmetik burahol dapat pula berfungsi sebagai tanaman hias.

BAYUR ( Pterospermum javanicum). Bayur termasuk kedalam famili sterculiaceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 50 meter, kulit batang abu-abu, tajuk melebar dan berwarna coklat muda keemasan. Daunnya coklat merah karat pada permukaan bawah. Bentuk daun bundar telur.
Jenis ini dapat diperbanyak dengan biji, masa berbunganya terjadi sepanjang tahun. Pepagan kayunya digunakan sebagai obat sakit perut, disentri, bisul, sakit gigi, keseleo dan kulit melepuh.

TEUREUP (Artocarpus elastica). Teureup termasuk kedalam famili moraceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohonnya sampai 40 meter. Mempunyai tajuk bulat lebar.Berdaun besar dan buahnya berbentuk bulat berduri lunak melengkung berwarna kuning kecoklatan. Tanaman ini menyukai tempat yang panas dan lembab, tanah cukup air tetapi tidak sampai menggenang.

SEMPUR (Dillenia obovata). Sempur termasuk kedalam famili dilleniaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 27 meter, kayunya keras namun tidak awet. Penduduk setempat menganggap sebagai suatu pembentukan batu dalam masa kini yang berasal dari semacam pohon yang mereka sebut.Sempur Cai serta memiliki sifat dapat membatu dalam jangka waktu 10 tahun. Bila abu kayu terkena kulit kita akan terasa gatal-gatal.

SALAM (Syzygium polyanthum). Salam termasuk kedalam famili myrtaceae, yang mempunyai ciru utama sebagai berikut : tinggi pohon samapi 25 meter dan bertajuk teratur. Daunnya berbentuk bulat lonjong berwarn ahijau gelap dan bertangkai pendek. Bunganya harum dan tidak bertangkai. Pohonnya mudah dikenali karena kulit batangnya berbau harum. Daun mudanya dapat digunakan sebagai pelengkap sayur.

SALAK (Salacca edulis). Salak termasuk kedalam famili arecaceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tumbuhnya berumpun, batang umumnya hamper tidak kelihatan Karena pohon tertutup oleh daun yang tersusun rapat yang menghalangi batang.

ROTAN SEEL (Daemonorops melanochaetes). Rotan seel termasuk kedalam famili arecaceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tumbuhnya tunggal atau berumpun, tingginya samapai 15 meter. Daunnya berbentuk sirip, panjangnya sampai 4 meter, bagian ujung tulang daun memanjang Buahnya bulat berwarna coklat kekuningan.
Selain untuk bahan baku kerajinan tangan, ternyata umbut rotan ini pernah menjadi makanan khas di lingkungan Keraton Yogyakarta. Daun-daun yang tua dapat dimanfaatkan sebagai atap pada gubuk-gubuk di kebun.

PUSPA (Schima wallichii). Puspa termasuk kedalam famili theceae, mempunyai cirri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 50 meter, tidak berbanir, batangnya tegak dan lurus. Kulit luarnya berwarna coklat. Tajuk bulat dengan daun mudanya yang berwarna merah jambu.Puspa merupakan salah satu jenis utama dalam hutan primer. Jenis ini sering pula dijumpai dalam belukar, bahkan sebagai jenis pelopor dalam suksesi sekunder. Bungan dan buahnya dapat dijumpai sepanjang tahun.Kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan.

LIANA GADEL (Derris heterophylla). Liana Gadel termasuk kedalam famili Fabaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : panjangnya antara 2-15 meter. Batang pangkalnya sebesar lengan bulat panjang. Daun muda lunak warna hijau muda. Masa berbunga sepanjang tahun.  Jenis liana ini mampu tumbuh dengan baik di tempat kering tidak berawa. Batangnya digunakan sebagai racun ikan dan obat demam pada anak-anak.

LANGKAP (Arenga obtusifolia). Langkap termasuk ke dalam famili Arecaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tumbuh berumpun, tingginya antara 6-8 meter, batangnya lurus, berdaun sirip dan memiliki bunga yang menggantung berbentuk tandan. di TN. Ujung Kulon Langkap merupakan tumbuhan yang menjadi perhatian utama, karena tumbuhnya relatif cepat dan dapat menghambat pertumbuhan jenis tumbuhan lain.Buahnya yang sudah masak biasanya menjadi makanan badak, musang dan banteng.

LABAN (Vitex pubescens). Laban termasuk kedalam famili verbenaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut   : tinggi pohon sampai 25 meter, batangnya berwarna abu-abu. Ranting, perbungaan, tangkai daun dan permukaan bawah daun berbulu. Tajuk kelihatan hijau tidak teratur. Umumnya menyukai tempat terbuka dan hutan sekunder.

KONDANG (Ficus variegata). Kondang termasuk kedalam famili moraceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohonnya antara 20-40 meter, batang pohon berwarna coklat kekuningan, bentuk daun bulat telur.Buahnya terdapat pada batang/cabang berbentuk bulat merah. Masa berbunga antara bulan Januari-Desember.

KIKEMBANG (Cananga spp). Kikembang termasuk kedalam famili annonaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 30 meter, mempunyai tajuk lebar, batang umumnya bopeng-bopeng. Mempunyai daun tunggal tersusun melingkar. Bunga harum dan masanya sepanjang  tahun. Memiliki buah dengan dagingnya yang tebal. Jenis ini biasanya diperbanyak dengan biji. Biji yang sudah tua berwarna coklat terlebih dulu dibersihkan kemudian kulitnya digosok agar bijinya mudah diresapi air untuk mempercepat pertumbuhannya.

KIHURANG (Glochidion molle). Kihurang termasuk kedalam famili euphorbiaceae, yang mempunyai cirri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 25 meter, tajuknya tidak teratur. Bentuk daunnya elips, bagian atas berwarna hijau dan bagian bawah merah mengkilap.

KICALUNG (Diospyros macrophylla). Kicalung termasuk famili ebenaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohonnya sampai 46 meter, kadang-kadang berbanir. Kulit luar berwarna coklat. Mempunyai daun tunggal berbentuk lonjong. Buah berbentuk bulat. Bunganya berwarna putih dan harum.Masa berbunga antara bulan April sampai Oktober.Kicalung memiliki batang yang biasanya berbentuk tugu dengan tajuk yang bertumbuhan tinggi.Kayunya dapat digunakan sebgai bahan bangunan dan perkakas rumah tangga.

KIBUHAYA (Leea aculeata). Kibuhaya termasuk kedalam famili Leeaceae, merupakan tumbuhan perdu yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi antara 3-5 meter, berbatang lurus dan berduri berwarna hijau rumput, daun bersisip berbentuk bulat lonjong. Batangnya hampir sebesar pohon pisang. Mempunyai kayu yang sangat keras.Kibuhaya akan tumbuh lebih baik bila berada di dalam hutan, batangnya pun jauh lebih baik. Pohonnya akan berbatang tinggi besar dengan satu atau beberapa batang yang lurus. Kayunya dapat dibuat busur dan tongkat untuk tombak.

PULAI (Alstonia angustiloba). Pulai termasuk kedalam famili apocynaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : tinggi pohon sampai 45 meter, mempunyai banir setinggi 4 meter. Batangnya lurus dan kulit luar halus berwarna abu-abu coklat, mempunyai getah berwarna putih. Daunnya tunggal tersusun seperti paying.Pohon ini sangat baik pertumbuhannya dan dapat dibiakkan dengan stek cabang, sehingga lebih mudah bertunas dan dalam waktu singkat menjadi pohon yang besar.

POHPOHAN (Buchanania arborescens). Pohpohan termasuk kedalam famili anacardiaceae, yang mempunyai ciri utama sebagai berikut : pohonnya sejenis mangga tinggi mencapai 15 meter bertajuk lebar.

Nama Tumbuhan yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon

No.

Nama Daerah

Nama Ilmiah

Famili

1

2

3

4

1.

Angrit Kopsia sp Apocynaceae

2.

Areuy kibarela Erioglassum rubiginosum Vitaceae

3.

Areuy hatta Lygodium circinatum Schizaeaceae

4.

Areuy kacembang Lecananthus erubescens Rubiaceae

5.

Areuy canar Smilax zeylanica Smilaxaceae

6.

Areuy asahan Tetracera scandens Dilleniaceae

7.

Areuy geureung Percampyulus glances Menisferae

8.

Areuy palumpung Lepistemon binectariferum Convolvulaceae

9.

Areuy tawulu Argireia capitata Convolvulaceae

10.

Areut karokot Cassus repens Vitaceae

11.

Areuy amis mata Ficus Montana Moracea

12.

Areuy capituheur Mikania cordata Compositae

13.

Areuy leuksa Poikilospermum suavelons Urticacea

14.

Areuy kawao Derris thyorsifolia Memosaceae

15.

Aruey tua laleur Milletia sericae Leguminoceae

16.

Areuy kacepot Salacia macropylla Celastraceae

17.

Areuy oar Flagellaria indica Flagellariaceae

18.

Areuy baling Entada phaseoccloides Mimosaceae

19.

Areuy jaha Rourea minor Connaraceae

20.

Areuy lolok Anadendrum microstachyum Araceae

21.

Areuy kikalapa Uvaria sp. Anonaceae

22.

Areuy palungpung Meremia peltata Convolvulaceae

23.

Areuy kibeureum Meremia vitivolia Convulvulaceae

24.

Areuy kuderang Solacia chinensis Celastraceae

25.

Areuy kacembang Embelia javanica Myrsinaceae

26.

Areuy kakacangan Phaceolus spec Leguminoceae

27.

Areuy jingjing kulit Zizypus tupula Rhamnaceae

28.

Areuy canar Clemais smilacifolia Convolvulaceae

29.

Areuy cacing Sabia javanica Sabiaceae

30.

Areuy kalak Uvaria sp. Anonaceae

31.

Areuy kalebebe Uncaria sp. Rubiaceae

32.

Bungur Lagerstroemia speciosa Lithraceae

33.

Bayur Pterospermum javanicum Sterculiaceae

34.

Bungbungdilang Cassia javanica Caesalpiniaceae

35.

Bintaro Canbera mangas Apocynacea

36.

Bengang Neesia altissima Bombaceae

37.

Bisoro Ficus hispida Moracceae

38.

Benger Lagerstroemia flosregineae Lythraceae

39.

Bingbin Areca pumida Palmae

40.

Bangban Donax cannaeformis Maranthaceae

41.

Bamboo hijau Bambusa sp. Gramineae

42.

Bamboo cangkeuteuk Schizostachyum zollingeri Gramineae

43.

Bamboo haur Bambusa multiplex Gramineae

44.

Burayai Crateva nurvula Capparidaceae

45.

Butun Barringtonia asiatica Lecythidaceae

46.

Biduri Calotropis gigantean Asclepiadaceae

47.

Babakoan Tournefortia argenthea Barranginaceae

48.

Beunying Ficus fistulosa Moraceae

49.

Bajombong Phragmites karka Gramineae

50.

Bajondah Pallinia ciliate Gramineae

51.

Bulu mata munding Fimbristylia miliaceae Cyperaceae

52.

Beringin Ficus benyamina Moraceae

53.

Bubuay Plectaconnia ciliate Palmae

54.

Bidur Pandanus bidur Pandanaceae

55.

Bamboo apus Gigantochloa apus Gramineae

56.

Bengkak Sternandia Sonora Hernandiaceae

57.

Burahol Stelechocarvus burahol Anonaceae

58.

Bogem Sonneratia alba Sonneratiaceae

59.

Cangcaratan Neonauchea calycina Kuliacea

60.

Ceuri Gercinia diodica Gluciaceae

61.

Cerlang Pterospermum diversifolium Sterculiaceae

62.

Calung peucang Diospyros frutescens Ebenaceae

63.

Calik angina Mallotus floribundus Euphorbiaceae

64.

Cangkudu Moringa citrifolia Rubiaceae

65.

Ciciap Ficus septica Moraceae

66.

Cariang Cladium bicolor Araceae

67.

Cente Lantana camara Verbenaceae

68.

Cangkuang Pandanus sp Pandanaceae

69.

Cantigi Pemphis acidula Lytraceae

70.

Culan Aglaia argentea Neliaceae

71.

Cangkore Dinochlos scondus Gramineae

72.

Centengan Teramnus labialis Leguminosae

73.

Ceceremean Breynia cernus Euphorbiaceae

74.

Cengkeh Eugenia aromatica Myrtaceae

75.

Cerlang laut Heritiera peroariaceae Sterculiaceae

76.

Camara Casuarinas equistifolia Casuarinaceae

77.

Darewak Microcosm lomentosa Tiliaceae

78.

Darangdang Ficus abscura Moraceae

79.

Degel Crudia bantamensis Crudiaceae

80.

Dadap Erythrina variegate Crudiaceae

81.

Domdoman Chrysopagon aciculatus Garmineae

82.

Daon Nypa frusticans Palmae

83.

Gempol Nauclea orientalis Rubiaceae

84.

Gadog Bischofia javanica Rubiaceae

85.

Gebang Carypha gebanga Palmae

86.

Gigirincing Cynadon dactylon Grameniae

87.

Gamet Opomea pestigridia Convolvulaceae

88.

Gadung Dioscarea hispida Dioscareaceae

89.

Galagah Saccharum spontaneum Grameniae

90.

Heucit Baccaurea javanica Euphorbiaceae

91.

Hea Eugenia polycephala Myrtaceae

92.

Hantap Sterculia coccinea Sterculiaceae

93.

Huni batu Antidesma sp Euphorbiaceae

94.

Haremeng Cratoxylon racemosum Crassulaceae

95.

Hampelas Ficus ampelas Moraceae

96.

Hanja Anthocephalus chinensis Rubiaceae

97.

Hanjiat Canarium sp Burceraceae

98.

Huni Antidesma bunius Euphorbiaceae

99.

Hanjuang Cordiline frusticosa Liliaceae

100.

Haringin Cassia alata Caesalpiniaceae

101.

Hamerang Ficus alba Moraceae

102.

Hunyur buut Kadsura scandens Schisandraceae

103.

Jawara Gracinia dulcis Cluciaceae

104.

Jawer kotok Microcarpus sundaicus Sapindaceae

105.

Jampang kawat Palpalum sp Gramineae

106.

Jingjing kulit Zizypus horsfeldii Rhamnaceae

107.

Jejerukan Acronychya laurifolia Rutaceae

108

Jaruju Acanthus micifolius Acanthaceae

109.

Jambu kopo Eugenia subglauca Myrtaceae

110.

Jambe Areca catechu Palmae

111.

Jampang pait Anastropus compressus Grameniae

112.

Jagung centric Andropogon sorghum Grameniae

113.

Jukut jemprak Digitaria sanguinoalis Grameniae

114.

Jampang Digitaria rhopalotriche Grameniae

115.

Jampang carulang Eleusin indica Grameniae

116.

Jukut raket Ischaemum muticum Grameniae

117.

Jukut bojong Pogoratherum panicum Grameniae

118.

Jentreng Erigeron linifolius Compositae

119.

Jonge Senecio sonchifoliuss Compositae

120.

Jarong Stochytarpeta jamaicensis Verbenaceae

121.

Jambu leuweung Pisonia umbellifera Nyctaginaceae

122.

Jamur kuping Buricularia auricular Basidionyceae

123.

Jamur padali Lentinus sajorcasu Basidionyceae

124.

Jamur jangkar Lentinus echinopus Basidionyceae

125.

Jamur suung Ondermansiella sp. Basidionyceae

126.

Jukut sauran Thuarea auvolusa Gramineae

127.

Jukut tembaga Spocobbalas dionder Gramineae

128.

Jaha Croton argiratus Euphorbiaceae

129.

Kitulang Diospyros aurea Ebenaceae

130.

Kihuut Symplocus sp. Gramineae

131.

Kadongdong leuweung Spondias pinnata Anacardiaceae

132.

Kilaja Oxymitra cunneiformis Anonaceae

133.

Kiara koang Ficus elastica Moraceae

134.

Kikacang Stombossia javanica Oleaceae

135.

Kopo Eugenia subglauca Myrtaceae

136.

Kiara Ficus gibbosa Moracea

137.

Kamaler Microanelum pubescens Rutaceae

138.

Kisereh Exoecaria virgata Euphorbiaceae

139.

Kilangir Chisocheton sp. Meliaceae

140.

Kicalung Diospyros macrophylla Ebenaceae

141.

Kiapu Sapium baccatum Euphorbiaceae

142.

Kibatok Cynometra ramiflora Caesalpiniaceae

143.

Kiteja Cinnamomum inera Lauraceae

144.

Kokosan monyet Rinorea sp. Violaceae

145.

Kananga Canangium odoratum Anonaceae

146.

Kidahu Dracontomelon pubelarum Anacardiaceae

147.

Kigeunteul Diospyros frutescens Ebenacaee

148.

Kakaduan Aglaia argentea Meliaceae

149.

Katulampa Elaecocarpus glabra Eleacarpaceae

150.

Kitanah Xanthoxylum rhetsae Rutaceae

151.

Kanyere badak Bridelia monoica Euphorbiaceae

152.

Kiranca Glochedion macrocarpus Euphorbiaceae

153.

Kilalayu Lepisanthes tetraphylla Sapindaceae

154.

Kitambaga Eugenia cuprea Myrtaceae

155.

Kakasuran Rothaellia gloudulosa Gramineae

156.

Kitanjung Saccopetalum heterophylla Anonaceae

157.

Kisengal Alchornea angusa Euphorbiaceae

158.

Katmpang Callicarpa longifolia Lauraceae

159.

Kapol Ammomum compactum Zingiberaceae

160.

Kihuru Dehaasia caesia Lauraceae

161.

Kibayawak Leea rubra Vitaceae

162.

Kilutung Diospyros cauliflora Ebenaceae

163.

Kileho Sauranea sp. Sapotaceae

164.

Kibungbulang Sophora tomentosa Leguminasae

165.

Kibuaya Leea angulata Ebenaceae

166.

Kipuak Paederia scandens Lauraceae

167.

Kopo lalay Aphanamiscis sp. Meliaceae

168.

Kitoke Parinari sumatrana Robaceae

169.

Katang-katang Ipomea pescaprae Convolvulceae

170.

Kadaka Asplenium nidus Filicinae

171.

Kutak Piper bantamense Piperaceae

172.

Kaman Licualia spinosa Arecaceae

173.

Kikuhkuran Viburnum rutescens Caprifoleaceae

174.

Kinangsi Villebrunea rubescens Urticaceae

175.

Kukuheulang Uncaria gambir Rubiaceae

176.

Kampis Hernandia peltata Hernandiaceae

177.

Kepu Sterculia foetida Sterculiaceae

178.

Kidangdeur Bombax malabaricum Bombaceae

179.

Kendal Cordia subcordata Boraginaceae

180.

Kibanen Criyteronia paniculata Crypteroniaceae

181.

Kibeureum Eugenia spicata Myrtaceae

182.

Kopo gunung Eugenia sp. Myrtaceae

183.

Kalapa ciung Ailanthus triphysa Simarubaceae

184.

Kapingpikel Ficus heterophylla Moraceae

185.

Kareo Colacasia sp. Araceae

186.

Kledung Capparis misrocallia Capperidaceae

187.

Kiharupat Diospyros sp. Ebenaceae

188.

Kihura Didymosperma sp. Palmae

189.

Kenyere laut Desmodium umbellatum Papilionaceae

190.

Kikatau Ixora javanica Rubiaceae

191.

Kibonteng Payana acuminate Sapotaceae

192.

Kayu tiang Polyalthia sp. Anonaceae

193.

Kanari Canarium asperum Burseraceae

194.

Kateng Cynometra sp. Caesalpiniaceae

195.

Kikuya Apora arborea Euphorbiaceae

196.

Kipare Glachidion rubeum Euphorbiaceae

197.

Kicaang Mallotus peltata Euphorbiaceae

198.

Kitanjung Mimusops elengi Sapotaceae

199.

Kasup Panicum trigomum Gramineae

200.

Kaso Saceharum spontaneum Gramineae

201.

Kihuru Cryptocarya densiflora Lauraceae

202.

Kihuru piit Actinadaphne madroptera Lauraceae

203.

Kihanjat peucang Dysaxylum coulostachyum Meliaceae

204.

Kihuru kayu Cryptocarya ferre Zingiberaceae

205.

Kihanjura Coix lacrymajobi Gramineae

206.

Kiharingring Cassia umarensis Caesalpiniaceae

207.

Kihanjah Bridelia muntiflora Euphorbiaceae

208.

Kiharendong Melastoma polyantum Melastomaceae

209.

Kemlandingan Leucaena leucocephala Leguminoceae

210.

Kihowe Bridelia sp. Euphorbiaceae

211.

Kareumbi Homalanthus populneus Euphorbiaceae

212.

Kioray Hibiscus grewiifolius Malvaceae

213.

Kondang Ficus veriegata Moraceae

214.

Kikura Didymosperma sp. Palmae

215.

Kipepesan Ipomea sp. Convolvulaceae

216.

Kituwa Leea indica Vitaceae

217.

Kibeunteur Macutia diversifolia Urticaceae

218.

Kicamun Piptirus pilosiuscula Urticaceae

219.

Kiseet Nauclea sp. Rubiaceae

220.

Kaitbrusi Uncaria ferrea Rubiaceae

221.

Kimaja Micromelum pubescens Rutaceae

222.

Kisampang Evodia latifolia Rutaceae

223.

Kiray Trema orientalis Ulmaceae

224.

Kumis kucing Tacca pulmata Taccaceae

225.

Kihiyang Albizzia procera Leguminosae

226.

Kiambon Albizzia retusa Leguminosae

227.

Kayu gabus Scaevola fristesceus Goodeniaceae

228.

Kipahang Pongamia pinnata Leguminosae

229.

Kokoleceran Vatica bantamensis Dipterocarpaceae

230.

Katapang Terminalia catappa Combretaceae

231.

Kirinyuh Eupashorium odoratum Asteraceae

232.

Leles Ficus retusa Moraceae

233.

Lame Alstonia angustiloba Apocynaceae

234.

Lame peucang Alstonia angustiloba Apocynaceae

235.

Laban Vitex bupescens Verbenaceae

236.

Lowa Ficus glomerata Moraceae

237.

Leungsir Pometia pinnata Sapindaceae

238.

Lame koneng Alstonia scholaris Apocynaceae

239.

Lampeni Ardisia humilis Myrsinaceae

240.

Langkap Arenga obtisifolia Palmae

241.

Lametang Cordial myca Barranginaceae

242.

Lampeni badak Ardisia lurida Myrsinaceae

243.

Laja goa Catimbium malaccennsis Zingiberaceae

244.

Lontar Borrassus flobeliformis Palmae

245.

Leuksa Pepturus repundus Urticaceae

246.

Lamiding Acrostachys aureum Loranthaceae

247.

Laban laut Vitex regundo Verbenaceae

248.

Malapari Pongamina pinnata Fabaceae

249.

Merbau Instia bijuga Caesalpiniaceae

250.

Mangga leuweung Mangifera caesia Macordiaceae

251.

Mata keuyeup Barretia repens Gramineae

252.

Manggu leuweung Garcinia celebica Guttiferae

253.

Mara Macarenga blumeunus Euphorbiaceae

254.

Mundu Hypobathrum microcarpus Rubiaceae

255.

Nanangkaan Planchonella obovata Sapotaceae

256.

Nyamplung Calophyllum inophyllum Cluciaceae

257.

Nibung Oncosperma horrodium Palmae

258.

Nampong Eupatorium odoratum Compositae

259.

Nipah Nypha fruticans Palmae

260.

Nyenyerean Sporabulus bertercanus Gramineae

261.

Pulus Laportea stimulans Urticaceae

262.

Padali Radermachera gigantea Bignoniaceae

263.

Pinango Chisocheton sp. Meliaceae

264.

Pisitan monyet Glianthus populacus Leguminoceae

265.

Putat Plachonia valida Leecythidaceae

266.

Puspa Schima noronhea Theaceae

267.

Pinang Pinanga coronata Palmae

268.

Paku-pakuan Tetrania sp. Cyperaceae

269.

Pungpurutan Mimosops elengi Sapotaceae

270.

Patat Phrynium repens Maranthaceae
Parasi Curculigo onchicides Amaryllidaceae

272.

Pangsor Ficus collasa Moraceae

273.

Peuris Aporosa aurita Euphorbiaceae

274.

Pining Achasma sp. Zingiberaceae

275.

Pidada Sonneratia caseolaris Sonnaratiaceae

276.

Pandan Pandanus tectoris Pandanaceae

277.

Putat laut Barringtonia acutangola Lecythidaceae

278.

Peundeuy Parkia biglobossa Mimosaceae

279.

Purut Callophyllum javanicum Clusioceae

280.

Paku haji Cycas rumphii Cycadaceae

281.

Padi-padian Lumnitzera rasemosa Combretaceae

282.

Pisang kole Musa scomnata Musaceae

283.

Papancaran Eugenia jambolaides Myrtaceae

284.

Putrid malu Mimosa pudica Mimosaceae

285.

Parengpeng Croton argyratus Euphorbiaceae

286.

Pongporang Oroxylum indicum Bignoniaceae

287.

Palahlar Dipterocarpus trinervis Dipterocarpaceae

288.

Reuheun Glachidion zeylanicum Euphorbiaceae

289.

Randu leuweung Cassampelos heptaphylla Menispermaceae

290.

Rengas Gluta rangas Anacardiaceae

291.

Rukem Flcourtia rukem Flaccurtiaceae

292.

Reundeu badak Dentella sp. Rubiaceae

293.

Rotan seel Daemonorops melanochaetes Palmae

294.

Rotan sampang Calamus sp. Palmae

295.

Rotan pela Calamus sp. Palmae

296.

Rotan gelang Bactris guineensis Palmae

297.

Rotan patis Calamus sp. Palmae

298.

Rotan cacing Calamus javanensis Palmae

299.

Rengas manuk Buchanania arborescens Macardinaceae

300.

Sariawan Symplocos oderatissima Symplocaceae

301.

Segel Dillenia exelsa Dilleniaceae

302.

Sempur Dillenia indica Dilleniaceae

303.

Sulangkar Leea sambucina Vitaceae

304.

Salam Eugenia polyantha Myrtaceae

305.

Sigeung Pentara polyantha Tiliaceae

306.

Songgom Barringtonia macrocarpa Lecythidaceae

307.

Salak Zalacca edulis Palmae

308.

Sayar Caryota mitis Palmae

309.

Saga Peltophorum pterocarpus Euphorbiaceae

310.

Sariawan peujit Desmodium trifolium Gramineae

311.

Sariawan rumput Mimosa sp. Mimosaceae

312.

Sawungkung Caryota furfuraceae Palmae

313.

Sempur batu Dillenia aurea Dilleniaceae

314.

Secang Caesalpinia sappan Caesalpiniaceae

315.

Suren Toana sureni Caesalpiniaceae

316.

Seuheun Orophea anncandra Anonaceae

317.

Sukep resep Ischuemum muticum Gramineae

318.

Suhuheun Paincum palmifollium Gramineae

319.

Sukun Artocarpus communis Moraceae

320.

Soge Peltaphorum ptedocarpa Leguminosae

321.

Teureup Artocarpus elastica Moraceae

322.

Taritih Drypetes sumatrana Euphorbiaceae

323.

Tokbrai Blumeodendron tokbrai Meliaceae

324.

Tongtolok Pterocymbium javanicum Sterculiaceae

325.

Tulak tanggul Myristica gultheriifolia Myrtaceae

326.

Tipis kulit Decasperum fruticosum Myrtaceae

327.

Tudung sayong Xerrospermum noronhianum Sapindaceae

328.

Turalak Stelechocarpus burahol Anonaceae

329.

Tangkele Sumbaviopsis albiccans Euphorbiaceae

330.

Tepus Ammomum coccineum Zingiberaceae

331.

Talingkup Glaoxylon pilot Euphorbiaceae

332.

Tarum Sophora tomentosa Leguminosae

333.

Talas hutan Homalomena cordata Araceae

334.

Tangkil Gnetum gnemon Gnetaceae

335.

Teki Cyperus compactus Cyperaceae

336.

Taritih bodas Memocylon oleafolium Melastomataceae

337.

Tuwa Derris elliptica Papilionaceae

338.

Waru Hibiscus tiliaceus Malvaceae

339.

Wareng Randia patula Rubiaceae

340.

Widuri Callotrepis gigantea Asclepiadaceae

341.

Walingi Cyperus pilosos Cyperaceae

342.

Waru lot Thespesia populnes Malvaceae

Sumber : ujungkulon.org